tour ke bali timur

now browsing by tag

 
 
Posted by: | Posted on: November 13, 2017

Paket Tour Bali Timur

Paket tour ke bali Timur
Bali Timur Tour ( BTH – P )

 

Paket tour ke bali  , mengunjungi obyek wisata di bagian timur pulau bali seperti kertagosa, Goa Lawah,Taman ujung dan candidasa. 

INFORMASI DAN PEMESANAN

book-now

BALI TOP HOLIDAY

OFFICE : 0361 464623
Fax/Tlp :0361- 464861

Mobile / SMS :
081236702352
082147028881
081246793751

PIN BB PIN : 22F8CA70
PIN: 2755060F
PIN: 2867CD21

EMAIL :
promobalitopholiday@gmail.com
balitopholidaydotcom@gmail.com
info@balitopholiday.com

Detail Rencana Perjalanan : 

  • Dijemput di hotel
  • Kerta Gosa – tempat yang dipakai untuk mengadili orang – orang yang berbuat kejahatan pada zaman dahulu. Bangunan ini merupakan bagian dari komplek puri klungkung, salah satu kerajaan utama di bali  pada masa lampau
  • Goa Lawah – salah satu Pura Kahyangan jagat yang dimana di dalamnya bersarang ribuan kelelawar yang dipercaya dapat mendatangkan musibah bagi siapa saja yang mengganggunya
  • Makan siang di Lokal Resto
  • Candidasa – Pantai Candidasa, salah satu pantai utama di bali timur dengan pemadangan cantiknya
  • Taman Ujung – peristirahatan raja – raja Karangasem pada zaman dahulu, sering dipakai sebagai tempat foto untuk pre wedding .
  • Makan malam di Lokal Resto

Durasi 10 sd 12 jam

Lunch, Dinner

Noted : untuk rute ke Taman Ujung tidak boleh bawa kamera masuk ke dalam area obyek wisata, kalau bawa kamera ada biaya tambahan yang harus di bayar

Harga Tour Only :

Rp. 655.000 per orang ( minimal 2 orang )

Rp. 565.000 per orang ( minimal 3 orang )

Rp. 520.000 per orang ( minimal 4 orang )

Rp. 490.000 per orang ( minimal 5 orang )

Rp. 465.000 per orang ( minimal 6 orang )

Paket Tour ke Bali Murah Bali Timur Sudah Termasuk :

  • 1x makan siang lokal resto
  • 1x makan malam di lokal resto
  • Semua tiket masuk ke objek wisata yang disebutkan diatas.
  • Supir, mobil, bensin
  • Tiket parkir dan retribusi

Detail Obyek Wisata yang dikunjungi di Tour Bali Timur :

 Taman Ujung Karangasem
Taman Ujung bali
Taman Ujung Karangasem atau sering disebut dengan nama Taman Sukasada, salah satu tempat wisata di Bali timur , salah satu tempat favorit calon pengantin untuk melakukan foto pre wedding. Baik calon pengantin orang Bali atau dari daerah lain di Indonesia.Lokasi Taman Ujung Karangasem, berada di banjar Ujung, Desa Tumbu kabupaten Karangasem Bali. Letaknya lumayan jauh dari tempat wisata Kuta Bali. Jika anda menggunakan mobil, akan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan.Yang membangun taman Ujung Soekasada adalah raja karangasem, bernama I Gusti Bagus Jelantik. Memiliki gelar dengan nama, Agung Anglurah Ketut Karangasem.Taman Ujung Soekasada dibangun pada tahun 1901 dengan nama kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan, bagi orang yang menguasai ilmu hitam.

Kemudian pada tahun 1909, raja Karangasem memerintahkan seorang arsitektur Belanda, bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok, bernama Loto Ang, untuk mengembangkan kolam Dirah, menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem.

Pembangunan dari taman Ujung Soekasada, juga di bantu oleh arsitektur orang Bali dari Kerajaan Karangasem.

Selain untuk tempat peristirahatan raja, dibangun juga tempat untuk raja Karangasem bersemedi dan tempat untuk menjamu tamu kerajaan Karangasem. Pembangunan dari taman Ujung Soekasada, selesai pada tahun 1921.

Naik anak tangga, diatasnya terdapat bangunan pilar tanpa atap.Dari atas bangunan inilah, anda akan melihat keistemewaan pemandangan yang ditawarkan oleh tempat wisata taman Ujung Karangasem.

Di arah tenggara, anda akan melihat lautan biru dan pantai Ujung. Di bagian timur dengan melihat ke bawah, pesona dan keunikan dari arsitektur taman Ujung Soekasada, akan terlihat. Selain itu dibagian timur atas, anda akan melihat bukit hijau, bernama bukit Bisbis.

Di taman Ujung Soekasada terdapat 3 kolam besar yang terdapat dalam satu tempat, hanya letak kolam dipisah-pisah. 1 kolam berada di bagian selatan dan 2 kolam berada di bagian utara.

Di tengah kolam bagian selatan, terdapat sebuah bangunan yang berada di tengah kolam, nama dari bangunan ini adalah Bale Bengong. Bangunan dari Bale Bengong tidak menggunakan dinding.

Kolam yang berada di Utara, luasnya lebih besar dari pada kolam yang berada di selatan. Di tengah-tengah kolam di bagian utara, terdapat jembatan yang digunakan untuk melintasi kolam.

Ditengah kolam yang dihubungkan oleh jembatan, terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja Karangasem. Karena bagunan peristirahatan raja ini terlihat menggantung, maka masyarakat setempat menyebutnya dengan nama istana gantung.

Keunikan Arsitektur Istana Peristirahatan Raja Karangasem Bali

Arsitektur dari istana peristirahatan raja Karangasem memiliki keunikan tersendiri, karena penggambungan dari arsitektur Eropa jaman pertengahan dan arsitektur Bali.

Ciri khas dari arsitektur Eropa dapat dilihat dari terdapatnya kaca warna warni, yang terdapat di dinding bangunan peristirahatan raja, mirip seperti desain dari gereja yang ada di Eropa.

Dari jendela dalam kamar peristirahatan raja, anda dapat melihat kolam dengan bunga Tujung / Lotus yang berwarna putih dan merah.

Arsitektur dari taman Ujung Soekasada, saat ini tidak seperti aslinya. Hal ini dikarenakan terjadi berbagai peristiwa sejarah, membuat arsitektur dari taman Ujung Soekasada mengalami kerusakan. Seperti pada peristiwa penjajahan Jepang di Bali. Pagar besi digunakan untuk sejata berperang oleh masyarakat sekitar.

Kerusakan terparah terjadi pada tahun 1963, pada saat gunung Agung (gunung tertinggi di Bali) meletus. Semenjak saat itu, taman Ujung Soekasada, tidak mendapat perawatan.

Pada tahun 2000, puri Karangsem dan pemerintah kabupaten Karangasem melakukan perbaikan tanpa merubah bentuk asli dari taman Ujung Soekasada.

 Kerta Gosa
kerta gosa

Kerta Gosa berada di pusat kota Kabupaten Klungkung. Sekitar 40 km dari kota Denpasar, ke arah timur dengan melintasi by pass Prof Dr Ida Bagus Mantra. Lokasinya tepat di depan kantor Bupati Kabupaten Klungkung. Kerta Gosa

Bangunan Kerta Gosa adalah bagian dari komplek bangunan kerajaan Klungkung, yang dibangun pada tahun 1686 oleh pemegang kekuasaan pertama yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Pada jaman dahulu Kerta Gosa adalah tempat diskusi mengenai situasi keamanan, keadilan dan kemakmuran wilayah kerajaan Bali, atau disebut dengan tempat pengadilan di Bali pada jaman dulu.

Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan, yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Bangunan Bale Kambang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili. Keunikan dari kedua bangunan tersebut adalah pada langit – langit bangunan, terdapat lukisan wayang yang mengambarkan kasus yang disidangkan, serta jenis – jenis hukuman yang akan diterima, jika melakukan kesalahan.

Disamping itu lukisan –lukisan tersebut juga menceritakan hukum karma pahala atau akibat dari baik buruknya perbuatan manusia yang dilakukan selama hidupnya dan penjelmaan kembali kedunia untuk menebus semua dosa dari perbuatannya.

Selain kedua bangunan tersebut, juga terdapat museum yang ramai dikunjungi wisatawan. Museum itu menyimpan benda – benda bersejarah peninggalan kerajaan Klungkung dan benda – benda yang digunakan oleh pengadilan adat tradisional Bali pada jaman dulu.

 

Di sebelah areal parkir Kertagosa juga terdapat pertokoan dan pasar seni. Para pedagang banyak menjual barang-barang kerajinan seperti kain tenun, perhiasan emas dan perak, lukisan wayang, dan anyam-anyaman. Pedagang acung juga tidak kalah menjajakan dagangannya di sekitar areal parkir. Kertagosa tempat wisata di Bali, ramai dikunjungi wisatawan terutama pada saat liburan sekolah dan hari raya.

Daerah wisata yang terkenal di Klungkung selain Kertagosa adalah desa Kamasan yang merupakan desa pusat kerajinan uang kepeng, kerajinan perak, lukisan wayang serta tempat wisata pura Goa Lawah, yang didalam pura terdapat goa kelelawar. Jika anda menyukai tempat wisata seperti Kertagosa, kemungkinan besar anda pasti akan menyukai wisata ke Pura Taman Ayun.

 

Pura Goa Lawah 
goa lawah
Pura Goa Lawah berlokasi di desa pasinggahan kecamatan dawan kabupaten Klungkung-Bali.
Yang unik dari pura ini adalah adanya sebuah Goa pada bagian Utama dari Pura. Bukan hanya sebuah Goa yang kosong, namun Goa ini berpenghuni. Penghuninya adalah sekumpulan kelelawar yang bergantungan di dalam goa ini. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa Kelelawar di pura ini adalah sangat keramat. Bahkan jika ada orang yang berani menggangu ataupun sampai membunuh keleawar di Goa ini maka akan terjadi sebuah bencana.Tepat dimulut Goa ini di bangun berbagai macam pelinggih yang penyembahannya ditujukan kepada dewa penguasa lautan sebagai manifestasi dari tuhan. Ketika anda berada di sekitaran mulut Goa ini, anda akan mendengar suara ribuan kelelawar yang saling bersautan bagaikan bernyanyi-nyanyi di dalam Gua ini. Karena terdapat banyak kelelawar di Goa ini, maka akan menimbulkan bau agak pesing di areal pura ini. Namun walaupun demikian, semua itu akan terbayar setelah anda menikmati keindahan dari Goa Lawah ini. Umat hindu yang bersembahyang disini dilarang mengucapkan kata-kata kasar atau menjelek-jelekan Goa ini.
Bersembahyang di pura goa lawah
Umat Hindu Yang Sedang Melakukan Persembahyangan Di Pura Tanah LotKonon di dalam Goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga Goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah Ular Jantan dan Ular betina. Pernah dulu ada ‘Jero Mangku’ (Orang suci yang memimpin jalannya upacara) bertemu dengan kedua ular tersebut saat melakukan persembahyangan di pura goa lawah ini.Tepat di depan pura goa lawah terdapat jalan besar jurusan Kelungkung-Amlapura. Di sebrang jalan ini terdapat laut yang luas dengan garis pantai yang membentang luas. Di pigiran jalan ini akan banyak kita temukan berbagai macam warung berjejer karena memang banyak wisatawan yang akan memilih bersantai disini setelah menikmati Keindahan Pura Goa Lawah ini.

Goa lawah sempat mengalami perombakan pada bangunan pura yang ada di mulut Goa. Namun sebelum itu diadakan sebuah upacara besar agar perombakan pura ini berjalan dengan baik. Benar saja, ajaibnya setelah diadakan upakara ini kerumunan kelelawar yang biasanya bergelantungan di dalam goa ini pergi entah kemana. Tak ada satupun kelelawar yang di temukan di goa ini sehingga tukang yang mengerjakan bangunan pura menjadi tidak terganggu. Kemudian setelah bangunan pura selesai di bangun dan diadakan upacara kembali, kelelawar kembali berdatangan ke Goa ini seperti sedia kala.